Hati Hatilah Terhadap Kesenangan

Di sebuah kerajaan ada desa kecil. Di desa itu lahirlah seorang anak perempuan yang bernama Pika. Dia sangat lucu sekali, sampai semua orang desa kagum padanya. Pika lahir dari seorang Ibu yang bekerja sebagai pembantu dan ayahnya sebagai pedagang buah dan sayur. Kedua orangtua Pika sangat bangga dan selalu merwatnya dengan penuh kasih sayang.

Hari demi hari berlanjut, Pika semakin besar dan sekarang dia sudah berusia enam tahun. Pika adalah anak yang rajin. Orangtua Pika sudah mengajarkannya agama islam dari sejak kecil, jadi apabila ada kesulitan dan masalah Pika selalu beribadah dan berdoa kepada Allah. Dia juga sangat rajin mengaji, dia menjadi anak yang paling rajin mengaji sekerajaan, katanya tiada hari tanpa mengaji. SUBHANALLAH… Kecil kecil sudah rajin mengaji.

Suatu saat terdengar lantunan mengaji bismillahirrohmanirrohim… “Subhanallah, ya Allah anak saya sudah bisa mengaji” kata Ibu Pika, Pika menjawab secara tiba tiba “Ya Ibu aku sudah bisa ngaji hebat kan?” “Ya nak kamu hebat sekali, Ibu bangga kepadamu.” “Ya Ibu terima kasih, aku mau ngaji lagi ya.” Pada saat itu juga Pika terkenal sekerajaan karena dia sangat rajin mengaji dan pintar agama islam. Sang Raja pun kagum kepadanya, dia sangat ramah, rajin, pintar wah pokoknya dia jadi anak yang paling baik sekerajaan.

Suatu hari Raja sakit parah sampai tidak bisa bergerak lagi, semua orang sudah khawatir dan bingung siapa lagi yang akan menggantikan Raja? Tiba tiba saja Pika langsung mengaji di depan Raja, semua pembantu raja itu terkesan dengannya dan langsung bertanya kepadanya “Siapa yang mengajarkanmu mengaji nak?” kata pembantu raja “Ibu dan Ayahku.” kata Pika Semua orang di kerajaan itu pun menangis terharu dan kagum sekali pada Pika, karena tidak ada satu pun anak di kerajaan ini yang seteladan Pika.

Akhirnya pengurus kerajaan pun memutuskan bahwa pengganti sang raja adalah ayahnya Pika. “Maukah engkau menggantikan jabatan sang raja?” Tanya si pembantu raja Ayahnya Pika menolak untuk menjadi raja. “Wahai pembantu raja, maafkan saya karena saya tidak bisa menggantikan peran sang raja, nanti siapa lagi yang akan mencari nafkah untuk kebutuhan anak dan istri saya?” “Tenaglah, semua kebutuhan yang keluargamu perlukan sudah kami sediakan, dan keluargamu bisa tinggal di istana kerajaan ini.” kata pembantu raja “Ya ayah aku setuju ayah menjadi raja, nanti aku jadi putri dong!!!” kata Pika “Ya pak, lihat anak bapak setuju kalau bapak menjadi raja, sebaiknya bapak langsung saja jadi raja supaya pemerintahan bisa langsung berjalan.” Lama lama ayahnya tertarik dan dijadikanlah sebagai raja, ibunya sebagai ratu dan anaknya yaitu Pika menjadi seorang putri.

Selama ayahnya menjadi raja, maka Pika dan ibunya pun tinggal di istana. Di sana segalanya serba mudah, serba mewah sampai Pika lupa pada segalanya, sholat jarang, ngaji jarang, meninggalkan ajaran islam, dan baru baru ini Pika sering membantah Ibu dan Ayahnya. Hal ini disebabkan karena saking enaknya fasilitas di istana, makanannya yang enak, tempatnya yang nyaman, banyak mainan, pokoknya Pika jadi melupakan semua kebiasaan baiknya dulu. Karena Pika terlalu enak tinggal di kerajaan, lama lama dia menjadi sombong dan nakal, pembantu raja pun kebingungan melihat tingkah laku Pika yang semakin hari semakin memburuk.

Suatu hari Pika disuruh oleh pembantu raja untuk mengambilkan minuman untuk sang raja yaitu ayahnya sendiri, tapi Pika malah membantah dan saking marahnya Pika memecahkan guci peninggalan sang raja yang dahulu. Lama lama juga pembantu raja semakin kesal dan kesal sekali pada Pika, dan akhirnya saking kesalnya, pembantu raja mengajak seluruh penduduk istana untuk memberhentikan jabatan sang raja. Tetapi pembantu raja berpikir lain, dia akan memberi kesempatan terlebih dahulu pada keluarga Pika, pembantu raja pun bertanya pada sang Raja “Wahai tuan raja, jika tiga hari kemudian anakmu tidak berubah maka kami semua akan memberhentikanmu sebagai raja!!” kata pembantu raja

Ternyata selama 3 hari itu, Pika malah semakin nakal dan tidak sopan. Setiap hari ada saja kata kata kotor yang dia ucapkan dan perilaku yang sangat tidak baik. Akhirnya seluruh penduduk istana setuju akan memberhentikan jabatan sang raja. Setelah ayahnya Pika berhenti menjadi raja, Pika tidak punya teman lagi, semua teman temannya menjauhinya karena yang awalnya dia rajin, gara gara kesenangan menjadi sombong. Itulah teman teman sekalian, jadi kita harus bersyukur kalau dapat sebuah kesenangan atau kebahagiaan, jangan seperti Pika ya awalnya baik lalu dapat kesenangan, karena dapat kesenangan ayahnya diangkat menjadi raja, karena terlalu menikmati kesenangan, lupa pada kebiasaan baiknya dan tidak bersyukur, dia menjadi sombong akhirnya tidak punya teman lagi.

 

 
Cerpen Karangan: Dini Aghniya Ghassani

 

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*