Kembali Bertani

Saat ini seruan untuk kembali ke Pertanian dimana-mana dapat kita temui, bahkan tidak hanya oleh orang-orang yang menggeluti dunia pertanian, mengapa demikian? mengertikah mereka dengan apa yang mereka lakukan itu, atau sebenarnya hanya mengikuti trend jaman semata?. Terlepas semua itu memang sudah saatnya kita kembalikan jati diri pertanian keasalnya yaitu sebagi Soko Guru perekonomian negara kita.

Program peningkatan daya saing pertanian serta peningkatan produksi petani dan kesejahteraannya selalu saja didengungkan oleh pejabat disetiap rezim, tetapi pada saat yang sama terjadi degradasi sumber daya alam, baik itu Air, Tanah, iklim yang disebabkan penghancuran dan pembabatan hutan dan buruknya tata ruang akibat besarnya intervensi pemodal yang didukung oleh pejabat dengan alasan sumber Devisa negara, Low enforcement  tidak bisa dijalankan karna kalah dengan desakan kepentingan kelompok-kelompok tertentu.

Petani adalah Subyek sekaligus menjadi Obyek pertanian, tanpa petani tentu tidak ada pertanian. Selama ini kita telah biasa memperhatikan petani dan komoditas pertanian yang dihasilkan dan ini berakibat pada luputnya perhatian kita terhadap pertanian dan akhirnya  kita masuk dalam budaya berfikir yang irasional, bahkan mengingkari hati nurani.  Kalo kemudian pertanian tidak memiliki daya tarik (Udik, ndeso) itu adalah karna kita juga yang membuatnya, yang akhirnya terjadi gerontokrasi pertanian.

Mari kembali kepertanian demi kemajuan perekonomian kita dan menjaga harkat dan martabat bangsa kita, dengan demikian kita kan menjadi lebih berharga dan bermartabat sebagai negara Agraris.

 

Penulis : Margono

 

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*